Showing posts with label Online Communities. Show all posts
Showing posts with label Online Communities. Show all posts

Wednesday, December 16, 2009

Aturan Baru dari Facebook

Facebook akhirnya meresmikan aturan terbaru mereka seputar kontrol masalah privasi yang telah banyak menuai protes selama beberapa bulan terakhir.

Sebelum meresmikan aturan baru ini, pekan lalu, Mark Zuckerberg, pendiri Facebook mengirimkan surat terbuka pada seluruh 350 juta penggunanya. Ketika itu ia menjanjikan bahwa akan ada perubahan di Facebook.

Intinya, pilihan-pilihan baru yang disediakan akan memungkinkan pengguna mengustomisasi setiap status update ataupun apapun yang mereka post dan upload. Misalnya oleh konten tersebut bisa dilihat dan lain-lain.

Wednesday, December 9, 2009

Jadilah Facebooker dan Blogger Sejati

Jika sejumlah perusahaan dan instansi melarang penggunaan Facebook dan situs pertemanan lain di tempat kerja, tidak demikian dengan Australia. Pemerintah di Negeri Kanguru ini justru mendorong pegawainya aktif di dunia maya. Apa pasal?

Pemerintah di Negeri Kanguru ini mendorong pegawainya untuk aktif di dunia pertemanan maya, seperti di Facebook, Twitter serta blog. Alasannya untuk menghilangkan tembok pembatas antara pemerintah dan masyarakat umum.

Dunia maya dipercaya pemerintah Australia dapat menjadi jembatan antara aspek-aspek negara mereka. Lebih jauh lagi, bukan hanya memandang jejaring sosial sebagai hiburan semata, pemerintah Australia melihat peluang situs-situs tersebut sebagai tempat mendiskusikan ide-ide serta mendapatkan feedback.

Selain di Facebook, setiap instansi publik diharapkan pemerintah untuk lebih akrab dengan situs populer lain seperti situs ensiklopedia Wikipedia dan situs video YouTube. Untuk urusan blog, pemerintah melihat layanan ini sebagai wadah yang tempat bagi publik untuk menyalurkan komentar terhadap kebijakan yang mereka keluarkan.

"Akses ke jejaring seperti email dan pesan singkat membuka kesempatan yang kuat untuk menjalin kerja sama, terutama saat pihak-pihak yang diajak kerja sama terpisah secara fisik. Begitu juga dengan Twitter, Facebook, serta blog turut memberikan akses ke informasi yang penting dan membuka komunikasi," demikian beberapa pernyataan dalam draft yang disusun pemerintah Australia dan dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (9/12/2009). (detikInet)

Sunday, November 29, 2009

Tahun Depan, Twitter Mulai Pungut Biaya


Twitter akan mulai memberlakukan penarikan biaya pada beberapa layanannya mulai tahun depan. Hal ini disampailan oleh salah satu investor Twitter, DG Mobile pada konferensi Mobidec2009 awal minggu ini.

Sistem pemungutan biaya ini dikenakan pada pengguna Twitter yang hendak melihat tweet-tweet yang datang dari pemilik akun premium. Pemilik akun premium adalah mereka yang setuju untuk melakukan langganan berbayar yang dibuka mulai Januari 2010 nanti.

Dengan memilih opsi berlangganan, maka sang pemilik akun bisa menarik bayaran pada pengguna Twitter yang ingin mengakses tweet mereka, termasuk juga link ke website dan foto yang diposting.  Dan bagi user yang ingin membayar akses penuh pada akun premium ini, mereka bisa melakukannya dengan cara membayar bulanan lewat kartu kredit atau tagihan biaya ponsel.

Harga yang dipasang mulai dari US$ 1,15 hingga US$11,60 dan Twitter akan mengambil 30% dari biaya yang terkumpul. (detikInet)

Twitter: Cegah Hacker Curi Akun Anda


Semakin hari semakin banyak akun Twitter yang dicuri dan mengirimkan spam ke follower si pemilik akun tersebut. Umumnya pesan yang dikirimkan mengandung link berbahaya yang bertujuan untuk mencuri identitas korban.

Berikut ini tips bagaimana cara menghindari akun Twitter Anda dicuri. Silakan forward atau tweet artikel ini untuk mencegah lebih banyak korban yang jatuh akibat tindak tanduk hacker ataupun spammer. Adapun pelaku menggunakan trik yang umumnya digolongkan menjadi dua jenis.

Link dari orang yang kita ‘kenal’
Sebuah akun Twitter yang sudah diambil alih mengirimkan pesan seperti:
-    Hah, ini benar kamu? http://URL
-    Wow, lihat ini http://URL
-    Berapa IQ kamu? http://URL

Atau berbagai variasi lainnya. Satu kesamaan dari tweet tersebut, mereka tidak ditargetkan spesifik pada Anda. Itu merupakan petunjuk penting karena umumnya, pesan asli tidak akan sesingkat itu dan biasanya mengandung informasi lebih banyak ataupun komentar dari orang yang mengirimkannya pada Anda.

URL yang digunakan juga aneh, bukan Bit.ly atau Tiny.url yang digunakan oleh 99,999 persen pengguna Twitter. Itu juga merupakan petunjuk lain bahwa pesan tersebut bukanlah benar-benar pesan dari orang yang Anda kenal.

Tampaknya seperti Twitter, padahal bukan
Cara kedua, merupakan trik yang cukup meyakinkan melibatkan URL yang ditambahkan pada tweet. Saat Anda klik link yang menurut Anda akan mengarahkan Anda ke video tertentu, atau akan mengajak Anda untuk melakukan tes IQ, Anda malah akan diarahkan ke Twitter.com duplikat.

Penipu telah membuat diplikasi dari situs Twitter yang mereka pasang di server mereka. Jadi, ketika Anda login ke situs ‘Twitter’ tersebut dengan username dan password Anda, mereka akan menyimpan data tersebut setelah itu baru mereka mengarahkan Anda ke situs Twitter sebenarnya.

Anda mungkin bingung, mana ‘IQ test’ yang dijanjikan link tersebut dan bertanya dalam hati apakah mungkin Anda salah klik dan melewatkannya. Sebenarnya tidak. Tetapi kini Anda telah menjadi bagian dari masalah tersebut, dan tak lama kemudian, follower Anda di Twitter akan mulai menerima ‘pesan’ serupa dari Anda dan seterusnya berulang-ulang. Jadi, jangan klik link tersebut.

Jangan klik link yang tak jelas
Nah, setelah Anda tahu dari mana asal muasal ‘pesan’ tersebut berasal, Anda bisa mencegah hal tersebut terjadi dengan cara yang mudah. Yakni tidak mengklik link yang bersangkutan. Jika Anda menerima pesan langsung dengan link di dalamnya, sebaiknya kirimkan pesan langsung kembali ke orang tersebut untuk memastikan apakah benar-benar ia yang mengirimkan link tersebut.

Ini perlu dilakukan, terutama jika Anda tidak berharap mendapatkan pesan mengandung link dari orang yang jarang melakukan kontak dengan Anda dalam beberapa waktu.

Perlu diingat, serangan model ini hanya dapat berhasil jika pengguna terus mengklik link yang diberikan dan memasukkan detail informasi ke situs Twitter palsu. Anda bisa membantu follower Anda agar tidak menjadi korban serangan serupa dengan cara berhati-hati untuk tidak mengklik link yang dikirimkan pada Anda.

Jika Anda sudah terlanjur mengklik link dan memasukkan user name serta password Anda di situs Twitter palsu, sebaiknya ganti password Anda atau minta Twitter me-reset password Anda. (vivanews)

Tuesday, November 3, 2009

Bagaimana Cara Membuat Facebook?


Bagaimana cara membuat facebook (atau lebih tepat dikatakan membuat akun facebook)? Inilah panduannya.

1. Siapkan alamat email kamu, kalau belum mempunyai email, silahkan daftar dimana saja penyedia layanan email gratis. Ada banyak sekali pilihan namun yang paling populer adalah Gmail, Hotmail, Yahoo.